Ketika jumlah halaman bertambah, menu mudah berubah menjadi daftar panjang yang mencampur tujuan berbeda. Dalam bahasan situs toto, menu, hierarki, dan label lebih berguna jika dirancang sebagai satu peta: menu menandai pintu masuk, hierarki menunjukkan hubungan ant halaman, dan label menyebut isi tujuan.
Menu sebagai pintu masuk, bukan daftar seluruh halaman
Menu utama dapat memuat kelompok informasi yang berbeda, sementara halaman yang lebih rinci ditempatkan di bawah kelompok yang sesuai. Dengan susunan itu, pengunjung bisa memilih arah umum lebih dulu tanpa harus menghadapi setiap tautan sekaligus.
Sebagai contoh hipotetis, sebuah situs dengan halaman pengantar, panduan, referensi, dan bantuan dapat memakai empat kelompok itu sebagai pilihan tingkat atas. Halaman tertentu lalu diletakkan di bawah kelompok yang menjelaskan isinya. Contoh ini bukan susunan baku; kelompok menu sebaiknya mengikuti isi dan tujuan halaman yang benar-benar tersedia.
Hierarki memperjelas hubungan ant halaman
Hierarki adalah cara mengatur halaman utama, kategori, dan halaman yang lebih spesifik. Sebelum menyusun menu, tentukan halaman mana yang menjadi induk dan mana yang menjadi rincian. Jika dua halaman memiliki kedudukan setara, tampilkan sebagai pilihan sejajar; jika satu menjelaskan bagian dari yang lain, tempatkan sebagai bagian di bawahnya.
Pemisahan ini juga membantu meninjau isi yang sulit dikelompokkan. Bila sebuah halaman tidak punya tempat yang jelas, pertimbangkan apakah kategorinya belum tepat, labelnya kurang jelas, atau halaman itu memang perlu berdiri sendiri. Itu keputusan editorial untuk menjaga peta tetap masuk akal, bukan alasan untuk menambah kategori baru secara otomatis.
Label memberi nama pada tujuan
Nama menu sebaiknya cukup spesifik untuk membedakan pilihan, tetapi tetap ringkas. Label seperti "Panduan" memberi gambaran kelompok isi; label seperti "Lainnya" tidak menjelaskan banyak sebelum dibuka. Jika nama kategori dan judul halaman memakai istilah yang sama untuk hal yang sama, hubungan keduanya lebih mudah diikuti.
Periksa pula apakah sebuah label menjanjikan jenis isi yang memang ada di halaman tujuannya. Mengganti nama menu tanpa menyesuaikan isi halaman dapat membuat peta terlihat rapi, tetapi tidak menjelaskan tujuan dengan tepat.
Pastikan peta tetap terbaca di layar berbeda
Desain web responsif bertujuan menyesuaikan pengalaman berselancar untuk perangkat dan ukuran layar yang berbeda. Dalam pendekatan ini, ukuran huruf, antarmuka, gambar, dan tata letak dapat menyesuaikan lebar serta resolusi layar [1]. Karena susunan visual dapat berubah, menu dan hierarki perlu diperiksa pada tampilan layar kecil maupun besar: apakah kelompoknya masih terbaca dan labelnya tetap jelas?
Pada perangkat mobile, scrolling dan swipe umum digunakan untuk bernavigasi [1]. Itu membuat urutan pilihan dan hubungan antara kategori dengan halaman rinci layak ditinjau, bukan sekadar ukuran tampilannya. Peta navigasi yang baik bukan peta dengan tautan sebanyak-banyaknya, melainkan susunan yang memperlihatkan pilihan, hubungan, dan arah berikutnya dengan jelas.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Desain web responsif. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=27998513&title=Desain_web_responsif (diakses 2026-10-04).
